Menjaga Tradisi Kebersamaan
HOME
BUIPUTERA NEWS
:: BUMIPUTERA NEWS
:: KELUARGA BUMIPUTERA
:: BUMIPUTERA DAN SELEBRITI
:: LAHIRNYA BUMIPUTERA
BERITA BUMIPUTERA
Jakarta, 08 Juli 2010
Prof Dr dr I Wayan Wita SpJP
Bisnis dan Idealisme Berjalan Berdampingan
 
Badan Perwakilan Anggota (BPA), Daerah Pemilihan X/Bali & Nusa Tenggara.
 
PROF Dr dr I Wayan Wita SpJP, selama ini dikenal sebagai seorang akademisi. Selain menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini juga sempat menjabat Rektor Unud periode 2001-2005. Jabatannya saat ini sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikayan (Ikatan Alumni Universitas Udayana), menjadikan Wayan Wita cukup populer di kalangan masyarakat, khususnya Bali.

I Wayan Wita merupakan putra asli pulau Dewata, lahir di Badung 7 Desember 1948 dan selama 20 tahun mengenyam pendidikan di pulau Bali sampai akhirnya lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di tahun 1975. Meski kemudian melanjutkan program pasca sarjana di pulau Jawa tidak membuat ia lupa pada tempat kelahirannya. Seperti orang Bali pada umumnya, Ia mempunyai hubungan yang khas dan sangat kental dengan budaya dan masyarakat Bali.

Tak lama setelah mendapatkan gelar Doktor dari Universitas Airlangga Surabaya, Wita kembali ke tanah kelahirannya dengan membawa visi khusus untuk membangun Bali. Salah satunya adalah memajukan bidang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Termasuk pendidikan tradisional seperti pasraman maupun pendidikan yang berbasis IT.

Dalam pandangannya lembaga pendidikan tersebut harus diberikan pemahaman, apa yang harus dan bisa dilakukan tanpa melupakan realitas sekitarnya, `Hanya karena sekarang zaman modern, orang berlomba belajar IT, padahal tidak semua yang menyangkut IT bisa memberi faedah ke masyarakat,` ujarnya.

Kepeduliannya pada bidang pendidikan juga menjadi alasan bagi I Wayan WIta menerima tawaran untuk dipilih menjadi anggota BPA (Badan Perwakilan Anggota) Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 sejak 2001 lalu, mewakili pemegang polis Daerah Pemilihan X/Bali & Nusa Tenggara.

`Karena saya melihat asuransi mutual ini didirikan oleh tiga orang guru. Awalnya sempat ragu, namun setelah saya pelajari banyak produk asuransi untuk pendidikan, lalu bentuk perusahaan yang merupakan usaha bersama, saya lihat antara bisnis dan idealisme yang diusungnya bisa berjalan berdampingan,` ungkapnya.

Suami dari I Ketut Gading ini tidak perlu diragukan lagi konsistensinya dalam hal pendidikan dan kebudayaan di Bali. Penerima Udayana Award tahun 2006 ini melihat potensi besar dari sektor pariwisata dan kebudayaan Bali, namun ini dilihatnya masih mentah dan belum diolah, sehingga nilai ekonomisnya rendah, `Contohnya saja tari-tarian, jika dikemas dan dipoles secara eksklusif dalam suatu pagelaran maka nilai ekonomisnya bisa semakin tinggi,` ujarnya.

Anggota Dewan Komisaris AJB Bumiputera ini juga melihat peluang besar dari Bumiputera. Sebagai asuransi bangsa Indonesia yang dilandasi oleh kekeluargaan dan kebersamaan, serta asas gotong royong yang diusung sejak awal berdirinya, merupakan modal yang kuat untuk maju dan besar karena sesuai dengan karakter orang Indonesia. `Mungkin Bumiputera kalah di perkotaan, tapi di pedesaan Bumiputera masih menjadi asuransi pilihan rakyat,` imbuhnya.

Dewan Pengawas Rumah Sakit Sanglah Denpasar ini saat ini sedang mencalonkan diri menjadi Bupati Badung periode 2010-2015. Di antara kalangan akademisi dan birokrat Bali, Prof Wita dikenal sebagai orang yang konsisten dan demokratis, mempunyai kemampuan komunikasi yang andal serta jaringan yang luas.

Sehubungan dengan pencalonannya, I Wayan Wita memastikan tidak akan melakukan manuver politik yang bisa mencederai hubungan kekerabatan masyarakat Bali. `Bali harus dijaga oleh semua komponen tanpa terjebak dalam dikotomi sempit,` ujarnya. Prof Wita dinilai sebagai sosok yang mengerti dan memahami betul tiga pilar pembangunan, mulai dari sektor pendidikan dan sektor kesehatan yang notabene merupakan latar belakang akademisnya.

Prof Wita mempunyai ambisi pribadi untuk menjadikan Bali sebagai kota wisata intelektual, ia mengaku terinspirasi Jogjakarta yang terkenal dengan sebutan Kota Pelajar. `Bayangkan jika workshop dan konferensi internasional dilakukan di Bali, setelah membahas masalah intelektual, mereka bisa rileks dibuai pesona Bali,` mimpinya.

Kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat tercerminkan dengan eksistensinya sebagai dewan komisaris di Bumiputera yang kepemilikan perusahaanya bersama-sama. Oleh karena itu I Wayan Wita merasa prihatin karena pemerintah belum sepenuhnya mendukung usaha bersama, apalagi menjadikan Bumiputera sebagai model perekonomian rakyat. `Minimal harus ada undang-undang yang mengatur perusahaan mutualis secara tersendiri,` ungkapnya.

Dalam keluarga Prof. Wita juga berhasil mendidik kedua anaknya sehingga mampu mengikuti langkahnya di bidang kedokteran. Ni Wayan Eka Ciptasari dan I Made Putra Swi Antara keduanya adalah dokter. Penulis buku `Cintailah Jantung Anda` ini sekarang menjabat sebagai Kepala Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu di RS Sanglah. Tidak hanya itu Prof Wita juga menjabat Ketua Bidang Sosial Budaya Pengurus Pusat Persatuan Hindu Dharma Indonesia periode 2006-2011. *** Edward.

 
 
KELUARGA BUMIPUTERA LAINNYA
 
Ny. Endang Ambar Tripurwani
Tak Ragu Tambah Polis Setiap Muncul Program Baru
BUMIPUTERA kembali menunaikan komitmen. 2 Februari 2010 lalu, Bumiputera menyambangi kediaman Ny. Endang Ambar Tripurwani, untuk menyerahkan klaim meninggal dunia almarhum suaminya, Drs. Hari Sandjojo MJ, MSi.
 
 
Bambang Widjojanto Memutuskan Berasuransi untuk Hidup Lebih Nyaman
Mengaku bukan orang yang insurance minded, ia berasuransi lebih dikarenakan pekerjaan sebagai aktivis di YLBHI yang dirasanya sangat berisiko waktu itu.
 
 
Watie Moerany S, Kepala Istana Bogor : ``Bumiputera di Balik Tembok Istana Bogor``
ISTANA Bogor, yang terletak di atas lahan seluas 28,8 hektar ini, menyimpan sejuta pesona. Namun tidak semua orang beruntung bisa masuk ke dalam istana. Sederet prosedur harus dipenuhi untuk bisa mengakses bangunan bersejarah peninggalan Belanda ini.
 
 
Yos Iwan Fals : Asuransi Syariah, Tabungan Dunia dan Akhirat
Di balik kesuksesan seorang pria, terdapat peran seorang perempuan tangguh. Seperti yang dialami Iwan Fals. Kesuksesannya tidak terlepas dari dukungan perempuan bernama Yos Iwan Fals.
 
 
H. Firdaus Rosid, SE
Ingat Bumiputera Menjelang Pilkada
 
 
Drs. KPH. H. Sumargono Kusumohadiningrat
Asuransi, Untuk Saya dan Untuk Keluarga
 
 
Bambang Winarto
Dirut Sumatera Tropical Spices
Terima Klaim Habis Kontrak Asuransi Dwiguna Prima Bumiputera.
 
 
Yetti Susilawati, isteri alm. Letkol Sus Drs.Supriyadi menerima klaim meninggal dunia asuransi Bumiputera.
Supriyadi adalah salah seorang korban pesawat naas CASA TNI AU A2106 yang mengalami kecelakaan di Gunung Salak, pada 26 Juni 2008 lalu.
 
 
Ahmad Fuad : Saya merasa aman kalau sudah punya asuransi. Dan, untuk asuransi jiwa, saya hanya memakai Bumiputera
 
 
Ir. H. Soemino Eko Saputro,MM - mantan Dirjen Perkeretaapian: Saya merasa nyaman dengan Bumiputera.
 
 
Bp.BJ.Habibie. Mengapa Mesti Asing?
Kenapa repot-repot membeli asuransi di luar negeri, kalau Bumiputera juga menjual produk asuransi yang sama?
 
 
Haryono Suyono
Asuransi Tidak Boleh Gratis
Mereka yang berpenghasilan rendah pun juga bisa berasuransi. Caranya dengan subsidi silang, namanya asuransi bersubsidi.
 
 
Dr. H. Arief Rachman, MPd:
\"Hidup Harus Direncanakan.\"
Kalau ada guru yang bisa ikut asuransi, saya sangat bersyukur.
 
 
Prof.DR.Haryono Suyono
Kerjasama Damandiri dengan Bumiputera
Program asuransi Bumiputera memang bagus. Saya optimis, kerjasama ini akan berjalan lancar.
 
 
Marzuki Usman
Produk Asuransi yang Murah dan Terjangkau
Saya pernah dipercaya sebagai salah seorang penasehat ekonomi Bumiputera.
 
 
Arief Rachman (Labschool)
ASURANSI, Baik Diperkenalkan pada Anak
Saya menjadi pemegang polis Bumiputera berawal ketika memberi ceramah di Bumiputera.
 
 
Elza Syarief
Asuransi Belum Menyentuh Masyarakat Bawah
Saya sangat hati-hati memilih perusahaan asuransi. Bumiputera di mata saya merupakan asuransi yang cukup tua. Namanya sudah dikenal sejak lama.
 
 
Dr. Thamrin
Direktur Rumah Sakit THT Bedah Proklamasi, Jakarta
Profesi Apapun, Perlu Asuransi untuk Safety
 
 
Direksi dan Wartawan Berbuka Puasa Bersama
 


CUSTOMER CARE